Dibawah ini adalah analisis dan pendapat saya mengenai jurusan-jurusan kimia (kimia murni, terapan, atau related field). Saya menulis ini karena dari apa yang saya lihat, masih banyak yang bingung mengenai pilihan jurusan yang akan mereka pilih nantinya terutama mengenai ilmu kimia.

Banyak yang masih bingung akan jurusan-jurusan kimia karena dibawah kimia murni, ada banyak sekali ilmu terapan yang didasari oleh ilmu kimia. Oleh karena itu, saya menulis ini untuk membantu memilih jurusan yang tepat. Semoga apa yang saya tulis ini bisa membantu… ^_^

1. Farmasi

Pharmacy

Keterangan: Farmasi adalah jurusan yang terkait dengan ilmu kedokteran dan kimia. Jika kedokteran memfokuskan penyembuhan pasien lewat penanganan secara langsung, farmasi menyembuhkan lewat obat-obatan kimia. Farmasi mempelajari mulai dari pembuatan obat, nasib obat di dalam tubuh, ramuan tradisional, farmasetika, dsb. Di Indonesia, jurusan farmasi biasanya terbagi menjadi 3 area, diantaranya Farmasi Riset & Penelitian, Farmasi Klinik & Komunitas, dan Farmasi Obat alam. Lulusan jurusan farmasi akan mendapatkan gelar Sarjana Farmasi (S. Farm) di belakang namanya ditambah dengan gelar profesi Apoteker (Apt.)

Prospek Kerja: Prospek kerja jurusan farmasi sangat luas sekali. Semua industri farmasi membutuhkan lulusan farmasi. Disamping itu terbuka pula kesempatan untuk membuka jasa perdagangan, juga apotik. Bisa juga terjun di dunia penelitian dan pendidikan.

Modal Utama: Jika memilih jurusan farmasi, kemampuan analisis sangat diutamakan. Oleh karena itu, kemampuan matematika yang bagus akan sangat menunjang pembelajaran di jurusan ini. Kesenangan terhadap ilmu-ilmu alam (seperti fisika, biologi dan kimia) pun juga menjadi modal utama di jurusan ini. Karena banyaknya praktik laboratorium, harus memiliki daya analisis tinggi dan rasa ingin tahu yang tinggi. Syarat utama lainnya adalah tidak buta warna.

2. Kimia
Chemistry

Keterangan: Jurusan kimia adalah salah satu jurusan ilmu murni yang biasanya berdiri  dibawah naungan fakultas MIPA. Seperti jurusan-jurusan MIPA lainnya, pembelajaran di jurusan kimia bertujuan untuk mengembangkan ilmu kimia demi kemajuan masa depan. Kimia mempelajari diantaranya manajemen laboratorium, kimia organik, anorganik, biokimia, dsb. Lulusan kimia akan mendapatkan gelar Sarjana Sains (S.Si) di belakang namanya.

Prospek Kerja: Sebagai peneliti di berbagai instansi baik pemerintah, lembaga asing, maupun industri swasta. Juga bisa masuk ke laboratorium industri makanan, obat-obatan, farmasi, tekstil, petrokimia, dsb. Banyak juga lulusan kimia yang terjun ke dunia pendidikan sebagai tenaga pengajar di sekolah atau dosen di universitas.

Modal Utama: Rasa ingin tahu yang tinggi di bidang kimia dan tidak buta warna. Karena banyaknya kegiatan laboratorium, modal utama tentulah harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, juga kesabaran yang tinggi dan daya analisis yang kuat. Minat di bidang kimia merupakan suatu keharusan di jurusan ini. Jika memiliki kemampuan tinggi di bidang matematika, akan menjadi penunjang yang sangat baik di jurusan ini.

3. Teknik Kimia
Chemical Engineering

Keterangan: Jurusan teknik kimia mempelajari proses-proses kimia dan fisika yang diterapkan di bidang industri untuk mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi atau setengah jadi. Yang dipelajari di teknik kimia adalah termodinamika, proses kimia, mesin-mesin produksi, katalis industri, teori ekonomi, dsb. Saat ini jurusan teknik kimia merupakan salah satu jurusan primadona yang memiliki prospek kerja sangat cerah. Lulusan Teknik Kimia akan mendapatkan gelar ST (Sarjana Teknik).

Prospek Kerja: Tidak perlu dipertanyakan lagi, hampir semua industri memerlukan lulusan Teknik Kimia. Selain segala jenis industri kimia, lulusan Teknik kimia juga bisa menempati instansi-instansi pemerintah terutama Departemen Perindustrian. Bagi yang melanjutkan studinya bisa juga menjadi konsultan industri bahkan ekonomi.

Modal Utama: Selain kemampuan analisis dan tidak buta warna, mahasiswa teknik kimia dituntut untuk selalu bertanya “kenapa”. Oleh karena itu, kemampuan spasial dalam fisika akan diperlukan di jurusan ini karena banyaknya mesin yang akan digunakan. Jika memilih jurusan ini, diharuskan untuk menyenangi fisika, kimia fisis, dan ekonomi. Walaupun memiliki nama kimia, kemampuan matematika dan fisika lebih diutamakan di jurusan Teknik Kimia. Kemampuan bahasa inggris juga penting di jurusan ini karena kebanyakan referensi yang digunakan adalah buku-buku luar.

4. Ilmu Gizi
Nutritional Science

Keterangan: Ilmu gizi mempelajari hubungan makanan yang dimakan dengan kesehatan tubuh serta faktor-faktor penyebabnya. Ilmu gizi memiliki beberapa cabang, diantaranya adalah Gizi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Teknologi Pangan. Ilmu gizi mempelajari kandungan-kandungan makanan dan fungsinya untuk tubuh, diantaranya protein, karbohidrat, lemak, air, mineral, dsb. Lulusan Ilmu Gizi akan mendapatkan gelar Sarjana Gizi (S. Gz.).

Prospek Kerja: Disebut-sebut sebagai jurusan masa depan. Lulusan Ilmu Gizi bisa bekerja sebagai konsultan gizi, ahli nutrisi, peneliti rumah sakit, ahli gizi di rumah sakit, industri-industri pangan dan kesehatan, juga hotel. Bisa juga membuka jasa perdagangan makanan, catering, dsb.

Modal Utama: Banyak kegiatan laboratorium, sehingga membutuhkan daya analisis yang kuat. Kemampuan penunjang diantaranya adalah pengetahuan di bidang makanan, juga rasa simpati terhadap orang lain dan memiliki perhatian terhadap masalah seseorang. Kemampuan menghafal yang baik juga akan menjadi nilai plus di jurusan ini. Rasa senang terhadap ilmu biologi dan kimia juga menjadi nilai plus walau tidak harus.

5. Biokimia
Biochemistry

Keterangan: Biokimia adalah cabang dari ilmu kimia yang mempelajari proses kimiawi makhluk hidup seperti metabolisme, genetika, sirkulasi, dsb. Biokimia juga mempelajari mikrobiologi seperti virus dan bakteri. Materi biokimia diantaranya polimer dan monomer, lipid, karbohidrat, protein, DNA dan RNA, plasmid, dsb. Hanya sedikit Pendidikan Tinggi yang membuka jurusan ini di Universitas. Lulusan jurusan ini akan mendapatkan gelar Sarjana Sains (S.Si).

Prospek Kerja: Hampir sama seperti kimia murni, tetapi lebih spesifik yaitu ke bidang biokimia. Bisa masuk ke industri perkebunan, kehutanan, pertanian, bahkan peternakan sebagai analis laboratorium dan formulator. Juga bisa menjadi peneliti di instansi pemerintah, lembaga luar negeri, maupun swasta.

Modal Utama: Memiliki rasa senang terhadap ilmu kimia dan biologi. Tidak buta warna juga merupakan suatu keharusan di jurusan ini. Kemampuan penunjang diantaranya adalah senang melihat suatu proses, minat terhadap bioteknologi dan biologi molekular, juga akan menjadi nilai plus bila memiliki kemampuan menghafal yang baik. Karena banyak kegiatan laboratorium, dipastikan harus memiliki daya analisis kuat.

6. Teknologi Pangan
Food Technology

Keterangan: Teknologi Pangan atau bahasa kerennya Food Technology adalah jurusan yang mendidik mahasiswa untuk bisa mengolah makanan dari bahan mentah yaitu hasil petanian dan peternakan sampai ke produk-produk makanan yang sampai di tangan konsumen. Food tech diantaranya mempelajari tentang keamanan pangan, mikrobiologi pangan, teknik pangan, sampai pengembangan produk makanan. Lulusan Teknologi Pertanian akan mendapatkan gelar Sarjana Teknologi Pertanian (STP).

Prospek Kerja: Lebih spesifik karena hanya menyangkut makanan, tapi pasti akan diperlukan oleh industri-industri makanan sebagai kontrol mutu, QA, QC, pengembangan produk, manajer produk, dsb. Selain bekerja di industri, lulusan teknologi pangan juga bisa menjadi konsultan makanan, nutritionist, peneliti, dsb.

Modal Utama: Memiliki kemampuan dan menyenangi ilmu kimia. Karena ada banyak kegiatan laboratorium, maka dituntut untuk memiliki daya analisis kuat dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Pengetahuan di bidang biologi, gizi, dan makanan juga menjadi penunjang walau tidak harus.

Sumber

About these ads