Archive for Desember, 2011


PERATURAN, PERSYARATAN & INFORMASI :

  1. Jam 6 pagi diharapkan seluruh anggota KOMUNITAS PELAJAR XPRESI sudah bersiap dan telah mempersiapkan perbekalan (TERUTAMA DUIT !!! πŸ˜€ ) dan MEMAKAI SERAGAM KOMUNITAS XPRESI !.
  2. Kendaraan Standby jam 6.30 di ALUN – ALUN KEDOKAN, dan berangkat setelah Fitri dan Kulo udah mengkonfirmasi kesiapan masing masing peserta, dan peserta diharap langsung menunggu kendaraan di jalur utama. Adapun jalur utama :
    1. SIMPANG 3 KARANGAMPEL :
      1. Azzah
      2. Ayu
      3. Bayu
      4. Dera
      5. Dewinta
      6. Dion
      7. Mia
      8. Upi
      9. Ulfany
    2. KAPLONGAN :
      1. Bella
      2. Ulin
    3. KECAMATAN KRANGKENG :
      1. Nur Azizee
    4. GAPURA PERBATASAN :
      1. Sri Murni
    5. Menunggu di tempat start (KURANG PEGAWEAN !!!) :
      1. M. Fathur
  3. Mulai acara – Selesai acara

 

#Semoga salah satu diantara kita ada yang dapet hadiah, terutama saya sendiri. HAHAHAHA πŸ˜€

See You Guys !!!!!!

Berikut Nomor Tiket Jalan Santai Untuk Memperebutkan Mobil, Motor dan Hadiah Lainnya :

  1. 192 9 40

  2. 192 9 41

  3. 192 9 42

  4. 192 9 43

  5. 192 9 44 (RESERVED)

  6. 192 9 45

  7. 192 9 46

  8. 192 9 47

  9. 192 9 48

  10. 192 9 49

  11. 192 9 50

  12. 192 9 51

  13. 192 9 52 (RESERVED)

  14. 315 1 44 (RESERVED)

  15. 315 1 45 (RESERVED)

  16. 315 1 46

  17. 315 1 47

  18. 315 1 48

  19. 315 1 49 (RESERVED)

  20. 315 1 50 (RESERVED)

Pilih nomer pilihanmu dengan cara “mengisi komentar yang berisi nomor yang kalian inginkan”, siapa cepat dia dapat, yang engga booking, ntar besok dibagikan langsung dan REBUTAN pastinya (siapa tau itu nomor mobil, hahaha). See you tomorrow guys !!!.

JALAN SANTAI, 31 Desember 2012

Dengan ini saya beritahukan sekaligus permohonan maaf yang sebesar besarnya ,,,

Untuk jalan santai besok, sekarang ini saya hanya mendapatkan 4 tiket.

Padahal saya sudah pesen jauh jauh hari 20 tiket, namun pas hari ini saya mau ambil, ternyata cuma ada 4 tiket (AAARRGHH !!!!)

Saya mondar mandir keliling dunia (L384Y πŸ˜€ ) ga ketemu juga, googling sampe tangan keriting tetep ga ketemu, aku jadi pengen nangis aja (Bella Style). Tapi aku PRIA !!!. Ga boleh nangis, tapi mewek mah gapapa. HAHAHA πŸ˜€

Menjelang ujung cerita, saya berharap mendapat tiket pada 3 sponsor, yaitu Cinde FM, RCTV, Cirebon TV, Cirebon FM, Warnet Kuningan dan DFAS FM.

Cinde FM saya telepon ternyata tiketnya ABISSS !!!!

RCTV saya telepon ribuan kali GA DIANGKAT ANGKAT !!!!!.

Cirebon TV pas saya mau telpon, saya lupa ga punya nomernya !!! (MAU TELPON KEMANA !!!!!)

Cirebon FM pas saya telpon SALAH SAMBUNG !!!! (ISIINNNNNN !!!!)

Warnet Kuningan pas saya mau telepon, PULSA HABIS !!!!.

DSAS FM saya telepon JUTAAN kali ga diangkat angkat, MALAH DIREJECT !!!.

astaghfirullah, saya menenangkan diri. Salat magrib deh,,, abis salat saya duduk. saya berfikir “AH !!. KENAPA GA TANYA OM AKU?” (kalian ga mungkin kenal deh πŸ˜€ ). Akhirnya saya tanya deh,, dan dia jawab “BELI TIKETNYA PAS HARI H AJA, NTAR ADA STANDNYA”. HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!!!!!!!! TERIAK TERIAK DEH SAKING SENENGNYA. Eh beberapa saat kemudian dia sms “PANK, KATA TEMEN OM SMUA TIKET UDAH ABIS !”

DHUARRRRRRRR!!!!!!!.

Bagai petir di sundel bolong !!!!!!.

“Berfikirlah,, BERFIKIRLAH !!!!” dan akhirnya terconnected lah otak saya sama jaringan server yang penuh optimisme !!!.

“Saya coba telpon lagi aja !”

Saya telpon semua sponsor dan akhirnya……………..

DI DFAS FM MASIH ADA TIKET NYA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!.

UWOOOOOOOO, Bakar diri saking senengnya.

dan sekarang saya ditemani sahabat saya sang beruang, dari kedokan menerobos hujan badai menuju DFAS FM di WIDASARI..

Mohon doanya !!!!!!!!.

 

THANK YOU :

Dorongan untuk menolak UN sebagai penentu kelulusan cukup besar. Bukan hanya dari masyarakat biasa. Kaum intelektual dan pakar pendidikan pun banyak yang menilai UN tidak memberikan kontribusi terhadap perbaikan pendidikan nasional.

Hal itu diungkapkan anggota Β Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rohmani, setelah mendapat masukan dari konstituen di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (Brebes dan Tegal).

“Dorongan untuk menolak UN sebagai penentu kelulusan cukup besar. Bukan hanya dari masyarakat biasa. Kaum intelektual dan pakar pendidikan pun banyak yang menilai UN tidak memberikan kontribusi terhadap perbaikan pendidikan nasional,” katanya dalam surat elektroniknya, Selasa (13/12/2011) siang.

Rohmani mengajak pemerintah membuka diri terhadap masukan menghentikan UN karena berbagai alasan yang memang logis dan sudah terbukti di lapangan. Selama ini, UN dinilai oleh banyak pakar pendidikan telah merusak filosofi pendidikan. UN bukan mencerahkan peserta didik justru mendidik anak didik menjadi pragmatis.

“Seharusnya setiap proses pembelajaran harus bersifat mendidik. Justru UN sebaliknya, menjadi teror bagi anak didik. Sebenarnya banyak alasan yang sudah disampaikan para pakar bila UN tidak memberikan kontribusi positif terhadap perbaikan pendidikan,” kata Rohmani.

Ia berharap pemerintah membuka diri terhadap masukan tersebut. Justru yang diperlukan saat ini adalah bagaimana meningkatkan mutu pendidikan dan pemerataannya.

Ia menilai pemerintah seharusnya bekerja keras mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan. Adapun penentuan kelulusan diserahkan kepada provinsi, daerah, dan sekolah.

“Biarkan mereka yang menentukan metodenya. Yang perlu dipikirkan pemerintah pusat bagaimana meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan,” katanya.

Kalaupun pemerintah hendak mengukur mutu pendidikan, bisa digunakan metode lain tidak harus dengan UN. “Untuk sekadar mengukur mutu pendidikan, pemerintah bisa melakukan riset tanpa harus disampaikan kepada publik sehingga hasilnya lebih obyektif,” kata Rohmani.

 

Bagaimana pendapat kalian ???

Request artikel boleh kirim via emai atau komentar.

Semoga Bermanfaat :)

Komentar kamu sangat berharga bagi kami

Just share, Berbagi :)

sumber

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mempercepat waktu pemberian kisi-kisi soal ujian nasional (UN) 2012. Kisi-kisi soal akan diberikan pada akhir tahun 2011 ini. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro mengatakan, hal itu dilakukan untuk membantu sekolah dan para siswa lebih siap menghadapi UN tahun depan.

Khairil menjelaskan, rencana tersebut merupakan langkah untuk meningkatkan akseptabilitas, dan juga merupakan jawaban atas banyaknya masukan terkait penyelenggaraan UN. Dari sekian banyak masukan, yang kemudian dijadikan fokus oleh Balitbang Kemdikbud adalah akseptabilitas, kualitas, dan efektifitas penyelenggaraan UN.

“Dari sekian banyak rekomendasi yang disampaikan, yang paling banyak dipersoalkan adalah akseptabilitasnya,” kata Khairil, kepada Kompas.com, Senin (7/11/2011), di Kemdikbud Jakarta.

Peningkatan akseptabilitas UN dinilai akan meminimalisir “ketakutan” para siswa dan guru saat akan menghadapi UN. Cara yang ditempuh adalah dengan melakukan dialog secara lebih intensif, dan memberikan kisi-kisi UN secepatnya.

Pemberian kisi-kisi UN juga bertujuan agar memudahkan pusat memberikan arahan kepada dinas pendidikan daerah dan guru-guru di sekolah agar pembuatan soal-soal ujian di sekolah merujuk dan disesuaikan dengan kisi-kisi UN yang diberikan.

“Ketakutan itu akan memicu penolakan. Untuk menekan itu, kita berencana menyampaikan kisi-kisi secepatnya. Jika dulu berbarengan, maka sekarang kisi-kisi UN 2012 akan kita berikan di tahun 2011, ini agar tercipta keselarasan soal dan membuat siswa terbiasa dengan soal yang akan diberikan” jelasnya.

Selain itu, hal lain yang akan dipertegas adalah memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat bahwa UN bukanlah satu-satunya penentu kelulusan. Meski proporsi penilaiannya membuat nilai UN mendominasi kelulusan, yaitu 60 persen nilai UN dan 40 persen nilai sekolah.

“Saya harap UN 2012 bisa lebih santai dan diterima. Secara politik, proporsi 60:40 itu sudah diterima, dan baru akan dievaluasi apakah tetap digunakan atau akan diubah setelah dua tahun digunakan, yaitu pada 2013,” tuturnya.

“Nilai-nilai UN yang rendah juga dalam proses pengkajian. Ujungnya kita berharap ada kebijakan berdasarkan pengkajian mengapa nilainya menjadi rendah, apakah soal yang terlalu susah atau ada penyebab lain,” tambah Khairil.

Request artikel boleh kirim via emai atau komentar.

Semoga Bermanfaat :)

Komentar kamu sangat berharga bagi kami

Just share, Berbagi :)

Sumber

%d blogger menyukai ini: