Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan segera memformulasikan besaran bobot nilai ujian nasional (UN) sebagai komponen menentukan dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengatakan, dalam waktu dekat, kementerian bersama Badan Standarisasi Nasional Pendidikan dan panitia Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) akan memformulasikan kebijakan mengenai hal itu. Mengingat, kebijakan ini akan diterapkan pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2012 ini.

Selain memformulasikan besaran bobotnya, kata Nuh, akan dibahas pula, apakah akan ada tes mata pelajaran dalam SNMPTN. Namun, ia menekankan, yang terpenting adalah tidak ada kontradiktif antara UN dengan SNMPTN.

“Jangan sampai anak-anak yang diterima SNMPTN itu UN-nya jelek-jelek, dan yang memiliki nilai bagus tidak diterima, itu namanya kontradiktif,” kata Nuh kepada Kompas.com, Rabu (4/1/2011), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Nuh menjamin, pelaksanaan di lapangan akan sesuai harapan. Para siswa yang mengantongi nilai UN baik, menurut Nuh, akan memiliki potensi lebih besar untuk lolos SNMPTN. Akan tetapi, Nuh belum bisa memastikan apakah tingkat kesulitan soal dalam UN nantinya akan dinaikkan atau tidak.

“Kami masih membahasnya. Yang penting semua terintegrasi, dan kredibilitas UN harus didorong,” ujarnya.

Seperti diberitakan, UN untuk jenjang SMA akan digelar pada 16-19 April 2012. UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April. Dan hasilnya akan diumumkan pada 24 Mei 2012

Request artikel boleh kirim via emai atau komentar.

Semoga Bermanfaat :)

Komentar kamu sangat berharga bagi kami

Just share, Berbagi :)

Sumber