1. Wastafel Toilet


Daerah paling kotor di seluruh mal adalah wastafel. Bakteri sepertiE. coli menumpuk di keran karena orang-orang menyentuhnya tepat setelah menggunakan toilet. Wastafel adalah lingkungan yang lembab, sehingga bakteri dapat bertahan hidup lebih lama di sana,,” kata Charles Gerba, Ph.D., profesor mikrobiologi lingkungan di University of Arizona.

Perhatikan juga dispenser sabun, bukan hanya karena disentuh oleh banyak tangan yang kotor, tapi sabun sendiri adalah pelabuhan kuman. Tim Gerba menguji dispenser sabun cair isi ulang di kamar mandi umum, mereka menemukan bahwa satu dari empat dispenser sabun mengandung bakteri dalam taraf yang tidak aman.

Cucilah tangan sampai bersih setelah menggunakan toilet umum dengan sabun sampai berbusa setidaknya selama 20 detik, lalu bilas sampai bersih. Gunakan tissue untuk mematikan air dan membuka pintu. Jika tidak ada sabun atau tissue, bunuhlah kuman dengan pembersih tangan yang mengandung alkohol.

2. Tempat makan
Ketika melihat meja yang sudah dilap, bukan berarti meja tempat makan sudah bersih. Kain dapat menyebarkan bakteri berbahaya seperti E. coli jika tidak dicuci secara teratur,” kata panelis Elaine Larson, Ph.D., profesor epidemiologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Mailman di Universitas Columbia.

Selalu siapkan tisu desinfektan di tas sehingga dapat mengelap meja sebelum diduduki. Disenfektan atau bahan lain yang mengandung alkohol dapat digunakan untuk membunuh kuman, bukan hanya menyeka kotoran.

3. Pegangan eskalator

Dalam pengujian, kami telah menemukan sisa makanan, E. coli, urine, lendir, kotoran, dan darah di pegangan tangan eskalator. Dan di mana ada lendir, virus pilek dan flu juga dapat ditemukan. Kami telah menemukan cairan sisa pernapasan pada pegangan tangan. Orang yang batuk ke tangannya lalu menyentuh pegangan tangan,” kata Gerba.

Hindari menyentuh pegangan tangan eskalator, kecuali jika benar-benar harus. Namun pastikan untuk menyemprotkan pembersih tangan sesudahnya.

4. Tombol ATM
Setelah mengetes 38 ATM di pusat kota Taipei, para peneliti di China menemukan bahwa masing-masing tombol mengandung rata-rata 1.200 kuman dan mikroba penyakit seperti E. coli dan virus flu. Yang paling banyak mengandung kuman adalah tombol ‘Enter’ karena semua orang harus menyentuhnya.

Ketuklah tombol ATM untuk menghindari kuman hinggap ujung jari agar tidak mudah masuk ke hidung dan mulut. Dan pastikan untuk mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan sesudahnya.

5. Toko mainan
Toko mainan sebenarnya dapat lebih penuh kuman daripada area bermain, komidi putar, dan zona ramah anak. Anak-anak menjilati mainan, meletakkan mainan di kepala, dan menggosokkannya di wajah. Barang-barang yang tidak jadi dibeli dikembalikan ke rak, di mana anak-anak lainnya akan menyentuhnya,” kata Tierno.

Jika membeli mainan, usaplah mainan yang tidak dimasukkan dalam kotak tertutup dengan sabun, alkohol, atau cuka sebelum memberikannya kepada anak. Dan gunakan pembersih tangan setelah menyentuh mainan.

6. Kamar Ganti atau Kamar pas
Setelah orang mencoba pakaian, sel-sel kulit mati dan keringat dapat menumpuk di dalam kamar pas. Keduanya dapat mendukung pertumbuhan bakteri. Bahkan seseorangb dapat dihinggapi bakteri yang tahan antibiotik seperti MRSA (methicillin-resistant Staphylococcus aureus) hanya dengan mencoba pakaian,” kata Tierno.

Selalu gunakan pakaian dalam ketika mencoba memakai pakaian yang menyentuh alat kelamin atau dubur. Perbanlah luka atau goresan sebelum mencoba pakaian. Lluka yang terbuka dapat menjadi pintu masuk bakteri berbahaya. Dan pastikan mencuci pakaian baru sebelum dipakai.

7. Toko gadget
Saat sedang bermain-main dengan smartphone baru, kuman dari ribuan orang yang telah mencoba sebelumnya dapat hinggap di tangan. “Kebanyakan toko akan membersihkan barang-barang jualannya. Tetapi pasti akan menjadi tidak bersih kembali setelah setiap kali digunakan,” kata Tierno.

Sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu dalam Journal of Applied Mikrobiologi menemukan bahwa virus mudah menyebar pada permukaan kaca seperti layar iPad atau smartphone dan ujung jari.

Sebuah laporan baru-baru ini menemukan bahwa satu dari empat iPad yang dipajang di dua toko Apple di New York City mengandung Staphylococcus aureus, penyebab infeksi Staph yang paling umum penyebab ruam kulit. Belum terhitung kuman pilek dan flu yang mungkin bersembunyi.

Sebelum mencoba gadget terbaru, segera seka dengan desinfektan. Dan gunakan pembersih tangan setelah selesai.

8. Sampel Kosmetik
Ketika mengunjungi ke counter make up, infeksi Staphylococcus dapat masuk dari lipstik warna terbaru. Sebuah penelitian tahun 2005 menemukan bahwa sebanyak 67% hingga 100% dari counter sampel make up terkontaminasi dengan bakteri seperti Staphylococcus dan E. coli.

“Penelitian ini menunjukkan kepada kita bahwa seseorang yang sedang sakit atau setelah dari kamar mandi tidak mencuci tangannya dan kemudian menyentuh sampel,” kata Tierno.

Hindari menggunakan sampel makeup untuk digunakan pada bibir, mata, atau wajah. Mintalah sampel yang sekali pakai, jadi orang yang hendak mencoba dapat membuka, mencoba, dan membuangnya. Jika tidak tersedia, gunakan tisu untuk menyeka sampel dan kemudian gunakan produk ke punggung tangan.

Kunci untuk melawan bakteri selain menjaga kebersihan adalah dengan menjaga tubuh dalam kondisi bugar. Tubuh yang bugar akan memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga meredam kuman-kuman yang masuk ke tubuh dari sekitar kita.

sumber

Request artikel boleh kirim via emai atau komentar.

Semoga Bermanfaat :)

Komentar kamu sangat berharga bagi kami

Just share, Berbagi :)