Category: PMB


Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta No. 205/SK-UMY/III/2012 tentang Hasil Seleksi Calon Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta jalur Penerimaan berdasar Minat dan Kemampuan (PMDK), jalur Penerimaan Siswa Berprestasi (PSB) dan jalur Penerimaan Bibit Unggul Persyarikatan (PBUP) Tahap II Tahun Akademik 2012/2013, berikut daftar calon mahasiswa baru yang diterima melalui jalur tersebut yang dapat di klik di :

Hasil Seleksi Tahap II.

Bagi calon mahasiswa baru yang dinyatakan diterima untuk selanjutnya wajib melakukan Pra Registrasi sebesar SPP Tetap (lihat rincian biaya) tanggal 27 Maret – 16 April 2012. Pra Registrasi dapat dilakukan di Biro Penerimaan Mahasiswa Baru di Gedung AR. Fahruddin A Lantai Dasar Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta atau via transfer ke Rekening UMY : 1001450049 (Bank Bukopin) atau 0300047551 (Bank Syari’ah Mandiri). Apabila Pra Registrasi dilakukan melalui transfer, bukti transfer dikirim ke no fax. (0274) 387649/387646. Informasi selengkapnya silakan klik Alur Registrasi.

Lampiran Surat Keputusan Rektor

Gimana kawann????.

Ada nama kalian disitu?.

Kalo saya mah ada. Maulana Irvan Hilmiyanto dari SMAN 1 Krangkeng, hihihi

Kalo ga ada nama kalian, ada 2 kemungkinan.

1. Nilai kalian ga memenuhi.

2. Kalian ga daftar 😀

Keep Fighting to Reach Your Dream.

Dont Give Up !!!

#kalau link diatas gabisa diakses, coba klik :

Pengumuman UMY

Request artikel boleh kirim via email atau komentar.

Semoga Bermanfaat :)

Komentar kamu sangat berharga bagi kami

Just share, Berbagi :)

Iklan
Universitas Indonesia menerima mahasiswa baru lulusan SMA/SMK/MA/Sederajat melalui beberapa jalur masuk. Tahun 2012 jalur masuk yang ada adalah jalur Undangan dan jalur Ujian Tulis.
– Jalur Undangan
dahulu dikenal sebagai PMDK dan di UI disebut PPKB (Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar).
1. Jalur undangan untuk S1 Reguler adalah SNMPTN Undangan. Sejak TA 2011 PPKB S1 Reguler diintegrasikan dalam SNMPTN Undangan, sehingga peraturan pendaftaran mengikuti ketentuan SNMPTN Undangan.
2. jalur Undangan untuk Vokasi (D3) melalui PPKB Vokasi (D3)
3. jalur undangan S1 Paralel melalui PPKB S1 Paralel
4.
jalur undangan S1 Kelas Internasional melalui Talentscouting.

Jalur Undangan merupakan seleksi prestasi akademik (raport) dan tanpa ujian tulis. Hanya sekolah yang mendapat undangan yang dapat merekomendasikan siswanya di jalur ini.

– Jalur Ujian tulis
yakni SNMPTN Tulis dan SIMAK UI. Perbedaan SNMPTN Tulis dengan SIMAK UI adalah pihak penyelenggara dan pilihan program pendidikan. SNMPTN Tulis diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Program pendidikan yang dapat dipilih dalam SNMPTN Tulis hanya S1 Reguler. pendaftaran SNMPTN melalui website resmi SNMPTN di http://www.snmptn.ac.id. Sedangkan SIMAK UI diselenggarakan oleh UI dengan pilihan program pendidikan meliputi Vokasi (D3), S1 reguler, S1 paralel dan S1 Kelas Internasional. Peserta dapat memilih Vokasi (D3), S1 Reguler dan S1 Paralel sekaligus, hanya dengan 1x ujian. Sedangkan ujian S1 Kelas Internasional diselenggarakan terpisah, karena tes tulis menggunakan pengantar bahasa inggris. Pendaftaran SIMAK UI online di website http://penerimaan.ui.ac.id.

Program pendidikan Vokasi (D3), S1 Paralel dan S1 Kelas internasional menerima lulusan SMA/SMK/MA/Sederajat tanpa batasan usia ijasah. Sedangkan S1 Reguler hanya menerima lulusan SMA/SMK/MA /Sederajat maksimal 3 tahun terakhir (contoh: pendaftaran 2012 untuk lulusan SMA/Sederajat 2012, 2011, 2010). Persyaratan tambahan bagi pendaftar Kelas Internasional adalah memiliki TOEFL Institusional (ITP) min.500 atau iBT min.61 atau CBT min.173 atau IELTS min.5.5.

Biaya Pendidikan untuk S1 Reguler SNMPTN Undangan = S1 Reguler SNMPTN Tulis = S1 Reguler SIMAK. Cek biaya pendidikan S1 Reguler disini.
Bagi mahasiswa S1 Reguler terdapat Biaya Operasional Pendidikan (BOP) Berkeadilan dan beasiswa uang pangkal, yakni biaya pendidikan dan uang pangkal disesuaikan dengan kemampuan orang tua/wali yang menanggung biaya pendidikan.

Jalur masuk UI 2012 (klik disini).

Leaflet (klik disini).

Request artikel boleh kirim via emai atau komentar.

Semoga Bermanfaat :)

Komentar kamu sangat berharga bagi kami

Just share, Berbagi :)

Sumber

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan segera memformulasikan besaran bobot nilai ujian nasional (UN) sebagai komponen menentukan dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengatakan, dalam waktu dekat, kementerian bersama Badan Standarisasi Nasional Pendidikan dan panitia Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) akan memformulasikan kebijakan mengenai hal itu. Mengingat, kebijakan ini akan diterapkan pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2012 ini.

Selain memformulasikan besaran bobotnya, kata Nuh, akan dibahas pula, apakah akan ada tes mata pelajaran dalam SNMPTN. Namun, ia menekankan, yang terpenting adalah tidak ada kontradiktif antara UN dengan SNMPTN.

“Jangan sampai anak-anak yang diterima SNMPTN itu UN-nya jelek-jelek, dan yang memiliki nilai bagus tidak diterima, itu namanya kontradiktif,” kata Nuh kepada Kompas.com, Rabu (4/1/2011), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Nuh menjamin, pelaksanaan di lapangan akan sesuai harapan. Para siswa yang mengantongi nilai UN baik, menurut Nuh, akan memiliki potensi lebih besar untuk lolos SNMPTN. Akan tetapi, Nuh belum bisa memastikan apakah tingkat kesulitan soal dalam UN nantinya akan dinaikkan atau tidak.

“Kami masih membahasnya. Yang penting semua terintegrasi, dan kredibilitas UN harus didorong,” ujarnya.

Seperti diberitakan, UN untuk jenjang SMA akan digelar pada 16-19 April 2012. UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April. Dan hasilnya akan diumumkan pada 24 Mei 2012

Request artikel boleh kirim via emai atau komentar.

Semoga Bermanfaat :)

Komentar kamu sangat berharga bagi kami

Just share, Berbagi :)

Sumber

Mulai tahun 2012 ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Badan Standarisasi Nasional Pendidikan tengah menggodok formula untuk memasukkan hasil ujian nasional (UN) sebagai salah satu syarat masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh sudah memastikan, kebijakan itu akan diterapkan tahun ini. Ada pro dan kontra atas rencana ini.

Anggota Komisi X DPR RI Raihan Iskandar merespons, hal utama yang harus menjadi konsen pemerintah adalah pembenahan mutu pendidikan. Kontroversi yang masih mewarnai pelaksanaan UN, menurutnya, seharusnya dijadikan pemerintah sebagai pertimbangan untuk tak bersikeras tetap menggelar UN. Ia menilai, pemerintah perlu fokus melakukan perbaikan mutu pendidikan, khususnya pendidikan menengah agar dipercaya dan memiliki “daya jual” untuk masuk ke PTN.

“Jangan selalu ngotot dengan UN. Yang harus dibenahi bukan UN, tapi mutu pendidikannya, guru dan siswa,” kata Rabihaan, Rabu (4/1/2012).

Jika mutu pendidikan bisa dipertanggungjawabkan, kata dia, ke depannya, PTN tidak perlu menggelar ujian mandiri. PTN justru akan mengundang calon-calon mahasiswa berpotensi karena jaminan kualitas pendidikan menengah yang telah ditempuh.

“Daya jual ke PTN bukan pada kualitas soal UN, tapi kualitas pada proses pendidikannya. Bagaimana mutunya benar-benar maksimal dan bisa dipercaya,” ujarnya.

Ia menekankan agar Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dapat bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik. Selain itu, lanjutnya, LPMP harus membuat pendidikan tinggi yakin bahwa mutu pendidikan menengah sudah mencapai suatu standar tertentu.

“Prioritas Kemdikbud harus fokus pada mutu pendidikan. Apa pun hasil UN tidak akan maksimal jika mutu pendidikannya belum diperbaiki,” ujar Raihan.

 

Request artikel boleh kirim via emai atau komentar.

Semoga Bermanfaat :)

Komentar kamu sangat berharga bagi kami

Just share, Berbagi :)

Sumber

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menolak penggunaan nilai ujian nasional SMA tahun depan sebagai syarat penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri. “Kami menilai masih banyak hal yang harus dikaji untuk menerapkan kebijakan tersebut,” kata Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Sudjarwadi di Yogyakarta, Kamis (29/12).
Menurut dia, nilai ujian nasional (UN) tidak serta merta bisa dijadikan tes masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Sebab, tujuan pelaksanaan UN dan tes masuk PTN berbeda satu sama lain. “Alasan itu pula yang melatarbelakangi UGM untuk tidak menerapkan nilai UN sebagai syarat penerimaan mahasiswa baru (PMB) tahun depan,” katanya.

Ia mengatakan UN diselenggarakan untuk mengukur hasil pembelajaran peserta didik selama tiga tahun. Sedangkan tes masuk PTN diadakan untuk menjaring mahasiswa baru yang cocok dengan perguruan tinggi tersebut, dengan menggunakan tes multiobjektif yang saling menyatu.

“Berdasarkan pandangan akademik, nilai UN tidak bisa menjadi tes masuk PTN karena selain tujuan penyelenggaraannya berbeda, tes masuk perguruan tinggi menggunakan soal yang multiobjektif,” katanya.

Menurut dia, meskipun memungkinkan, kebijakan nilai UN sebagai syarat PMB itu tidak bisa diterapkan tergesa-gesa, termasuk dalam pembobotan tes masuk PTN yang merupakan penggabungan nilai UN dengan tes mandiri PTN.

“UGM saat ini hanya menggunakan nilai UN sebagai salah satu pelengkap tambahan pada PMB. Kebijakan nilai UN sebagai syarat PMB perlu kajian lebih lanjut yang intensif untuk mempersiapkannya,” katanya.

Ia mengatakan penerapan kebijakan itu tidak bisa dalam waktu dekat. UGM belum percaya diri karena masih banyak yang harus diteliti. “Selama ini UGM menggunakan nilai UN sebagai pelengkap pada penjaringan mahasiswa baru dari jalur undangan atau penelurusan bibit unggul. Namun, jika menjadi syarat masuk PTN secara keseluruhan, maka belum bisa kami terapkan,” katanya.

Sebelumnya, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Djemari Mardapi mengatakan Kemendikbud berencana menjadikan nilai UN tingkat SMA pada 2012 sebagai salah satu kriteria masuk PTN jika kredibel. Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005.

“Kredibilitas pelaksanaan UN nanti akan diukur melalui beberapa indikator, mulai dari laporan dari pengawas, guru, dan perguruan tinggi yang ditunjuk hingga perbandingan hasil UN antardaerah. Kami akan membentuk tim evaluasi untuk melihat kredibilitas pelaksanaan UN di masing-masing daerah,” katanya.(Ant/BEY)

 

Request artikel boleh kirim via emai atau komentar.

Semoga Bermanfaat :)

Komentar kamu sangat berharga bagi kami

Just share, Berbagi :)

Sumber

%d blogger menyukai ini: