Category: Universitas


Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta No. 205/SK-UMY/III/2012 tentang Hasil Seleksi Calon Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta jalur Penerimaan berdasar Minat dan Kemampuan (PMDK), jalur Penerimaan Siswa Berprestasi (PSB) dan jalur Penerimaan Bibit Unggul Persyarikatan (PBUP) Tahap II Tahun Akademik 2012/2013, berikut daftar calon mahasiswa baru yang diterima melalui jalur tersebut yang dapat di klik di :

Hasil Seleksi Tahap II.

Bagi calon mahasiswa baru yang dinyatakan diterima untuk selanjutnya wajib melakukan Pra Registrasi sebesar SPP Tetap (lihat rincian biaya) tanggal 27 Maret – 16 April 2012. Pra Registrasi dapat dilakukan di Biro Penerimaan Mahasiswa Baru di Gedung AR. Fahruddin A Lantai Dasar Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta atau via transfer ke Rekening UMY : 1001450049 (Bank Bukopin) atau 0300047551 (Bank Syari’ah Mandiri). Apabila Pra Registrasi dilakukan melalui transfer, bukti transfer dikirim ke no fax. (0274) 387649/387646. Informasi selengkapnya silakan klik Alur Registrasi.

Lampiran Surat Keputusan Rektor

Gimana kawann????.

Ada nama kalian disitu?.

Kalo saya mah ada. Maulana Irvan Hilmiyanto dari SMAN 1 Krangkeng, hihihi

Kalo ga ada nama kalian, ada 2 kemungkinan.

1. Nilai kalian ga memenuhi.

2. Kalian ga daftar 😀

Keep Fighting to Reach Your Dream.

Dont Give Up !!!

#kalau link diatas gabisa diakses, coba klik :

Pengumuman UMY

Request artikel boleh kirim via email atau komentar.

Semoga Bermanfaat :)

Komentar kamu sangat berharga bagi kami

Just share, Berbagi :)

Iklan

Dibawah ini adalah analisis dan pendapat saya mengenai jurusan-jurusan kimia (kimia murni, terapan, atau related field). Saya menulis ini karena dari apa yang saya lihat, masih banyak yang bingung mengenai pilihan jurusan yang akan mereka pilih nantinya terutama mengenai ilmu kimia.

Banyak yang masih bingung akan jurusan-jurusan kimia karena dibawah kimia murni, ada banyak sekali ilmu terapan yang didasari oleh ilmu kimia. Oleh karena itu, saya menulis ini untuk membantu memilih jurusan yang tepat. Semoga apa yang saya tulis ini bisa membantu… ^_^

1. Farmasi

Pharmacy

Keterangan: Farmasi adalah jurusan yang terkait dengan ilmu kedokteran dan kimia. Jika kedokteran memfokuskan penyembuhan pasien lewat penanganan secara langsung, farmasi menyembuhkan lewat obat-obatan kimia. Farmasi mempelajari mulai dari pembuatan obat, nasib obat di dalam tubuh, ramuan tradisional, farmasetika, dsb. Di Indonesia, jurusan farmasi biasanya terbagi menjadi 3 area, diantaranya Farmasi Riset & Penelitian, Farmasi Klinik & Komunitas, dan Farmasi Obat alam. Lulusan jurusan farmasi akan mendapatkan gelar Sarjana Farmasi (S. Farm) di belakang namanya ditambah dengan gelar profesi Apoteker (Apt.)

Prospek Kerja: Prospek kerja jurusan farmasi sangat luas sekali. Semua industri farmasi membutuhkan lulusan farmasi. Disamping itu terbuka pula kesempatan untuk membuka jasa perdagangan, juga apotik. Bisa juga terjun di dunia penelitian dan pendidikan.

Modal Utama: Jika memilih jurusan farmasi, kemampuan analisis sangat diutamakan. Oleh karena itu, kemampuan matematika yang bagus akan sangat menunjang pembelajaran di jurusan ini. Kesenangan terhadap ilmu-ilmu alam (seperti fisika, biologi dan kimia) pun juga menjadi modal utama di jurusan ini. Karena banyaknya praktik laboratorium, harus memiliki daya analisis tinggi dan rasa ingin tahu yang tinggi. Syarat utama lainnya adalah tidak buta warna.

2. Kimia
Chemistry

Keterangan: Jurusan kimia adalah salah satu jurusan ilmu murni yang biasanya berdiri  dibawah naungan fakultas MIPA. Seperti jurusan-jurusan MIPA lainnya, pembelajaran di jurusan kimia bertujuan untuk mengembangkan ilmu kimia demi kemajuan masa depan. Kimia mempelajari diantaranya manajemen laboratorium, kimia organik, anorganik, biokimia, dsb. Lulusan kimia akan mendapatkan gelar Sarjana Sains (S.Si) di belakang namanya.

Prospek Kerja: Sebagai peneliti di berbagai instansi baik pemerintah, lembaga asing, maupun industri swasta. Juga bisa masuk ke laboratorium industri makanan, obat-obatan, farmasi, tekstil, petrokimia, dsb. Banyak juga lulusan kimia yang terjun ke dunia pendidikan sebagai tenaga pengajar di sekolah atau dosen di universitas.

Modal Utama: Rasa ingin tahu yang tinggi di bidang kimia dan tidak buta warna. Karena banyaknya kegiatan laboratorium, modal utama tentulah harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, juga kesabaran yang tinggi dan daya analisis yang kuat. Minat di bidang kimia merupakan suatu keharusan di jurusan ini. Jika memiliki kemampuan tinggi di bidang matematika, akan menjadi penunjang yang sangat baik di jurusan ini.

3. Teknik Kimia
Chemical Engineering

Keterangan: Jurusan teknik kimia mempelajari proses-proses kimia dan fisika yang diterapkan di bidang industri untuk mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi atau setengah jadi. Yang dipelajari di teknik kimia adalah termodinamika, proses kimia, mesin-mesin produksi, katalis industri, teori ekonomi, dsb. Saat ini jurusan teknik kimia merupakan salah satu jurusan primadona yang memiliki prospek kerja sangat cerah. Lulusan Teknik Kimia akan mendapatkan gelar ST (Sarjana Teknik).

Prospek Kerja: Tidak perlu dipertanyakan lagi, hampir semua industri memerlukan lulusan Teknik Kimia. Selain segala jenis industri kimia, lulusan Teknik kimia juga bisa menempati instansi-instansi pemerintah terutama Departemen Perindustrian. Bagi yang melanjutkan studinya bisa juga menjadi konsultan industri bahkan ekonomi.

Modal Utama: Selain kemampuan analisis dan tidak buta warna, mahasiswa teknik kimia dituntut untuk selalu bertanya “kenapa”. Oleh karena itu, kemampuan spasial dalam fisika akan diperlukan di jurusan ini karena banyaknya mesin yang akan digunakan. Jika memilih jurusan ini, diharuskan untuk menyenangi fisika, kimia fisis, dan ekonomi. Walaupun memiliki nama kimia, kemampuan matematika dan fisika lebih diutamakan di jurusan Teknik Kimia. Kemampuan bahasa inggris juga penting di jurusan ini karena kebanyakan referensi yang digunakan adalah buku-buku luar.

4. Ilmu Gizi
Nutritional Science

Keterangan: Ilmu gizi mempelajari hubungan makanan yang dimakan dengan kesehatan tubuh serta faktor-faktor penyebabnya. Ilmu gizi memiliki beberapa cabang, diantaranya adalah Gizi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Teknologi Pangan. Ilmu gizi mempelajari kandungan-kandungan makanan dan fungsinya untuk tubuh, diantaranya protein, karbohidrat, lemak, air, mineral, dsb. Lulusan Ilmu Gizi akan mendapatkan gelar Sarjana Gizi (S. Gz.).

Prospek Kerja: Disebut-sebut sebagai jurusan masa depan. Lulusan Ilmu Gizi bisa bekerja sebagai konsultan gizi, ahli nutrisi, peneliti rumah sakit, ahli gizi di rumah sakit, industri-industri pangan dan kesehatan, juga hotel. Bisa juga membuka jasa perdagangan makanan, catering, dsb.

Modal Utama: Banyak kegiatan laboratorium, sehingga membutuhkan daya analisis yang kuat. Kemampuan penunjang diantaranya adalah pengetahuan di bidang makanan, juga rasa simpati terhadap orang lain dan memiliki perhatian terhadap masalah seseorang. Kemampuan menghafal yang baik juga akan menjadi nilai plus di jurusan ini. Rasa senang terhadap ilmu biologi dan kimia juga menjadi nilai plus walau tidak harus.

5. Biokimia
Biochemistry

Keterangan: Biokimia adalah cabang dari ilmu kimia yang mempelajari proses kimiawi makhluk hidup seperti metabolisme, genetika, sirkulasi, dsb. Biokimia juga mempelajari mikrobiologi seperti virus dan bakteri. Materi biokimia diantaranya polimer dan monomer, lipid, karbohidrat, protein, DNA dan RNA, plasmid, dsb. Hanya sedikit Pendidikan Tinggi yang membuka jurusan ini di Universitas. Lulusan jurusan ini akan mendapatkan gelar Sarjana Sains (S.Si).

Prospek Kerja: Hampir sama seperti kimia murni, tetapi lebih spesifik yaitu ke bidang biokimia. Bisa masuk ke industri perkebunan, kehutanan, pertanian, bahkan peternakan sebagai analis laboratorium dan formulator. Juga bisa menjadi peneliti di instansi pemerintah, lembaga luar negeri, maupun swasta.

Modal Utama: Memiliki rasa senang terhadap ilmu kimia dan biologi. Tidak buta warna juga merupakan suatu keharusan di jurusan ini. Kemampuan penunjang diantaranya adalah senang melihat suatu proses, minat terhadap bioteknologi dan biologi molekular, juga akan menjadi nilai plus bila memiliki kemampuan menghafal yang baik. Karena banyak kegiatan laboratorium, dipastikan harus memiliki daya analisis kuat.

6. Teknologi Pangan
Food Technology

Keterangan: Teknologi Pangan atau bahasa kerennya Food Technology adalah jurusan yang mendidik mahasiswa untuk bisa mengolah makanan dari bahan mentah yaitu hasil petanian dan peternakan sampai ke produk-produk makanan yang sampai di tangan konsumen. Food tech diantaranya mempelajari tentang keamanan pangan, mikrobiologi pangan, teknik pangan, sampai pengembangan produk makanan. Lulusan Teknologi Pertanian akan mendapatkan gelar Sarjana Teknologi Pertanian (STP).

Prospek Kerja: Lebih spesifik karena hanya menyangkut makanan, tapi pasti akan diperlukan oleh industri-industri makanan sebagai kontrol mutu, QA, QC, pengembangan produk, manajer produk, dsb. Selain bekerja di industri, lulusan teknologi pangan juga bisa menjadi konsultan makanan, nutritionist, peneliti, dsb.

Modal Utama: Memiliki kemampuan dan menyenangi ilmu kimia. Karena ada banyak kegiatan laboratorium, maka dituntut untuk memiliki daya analisis kuat dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Pengetahuan di bidang biologi, gizi, dan makanan juga menjadi penunjang walau tidak harus.

Sumber

Kali ini saya akan membahas mengenai jurusan-jurusan yang cocok dan tepat bagi orang-orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal. Orang-orang intrapersonal adalah orang yang biasanya memiliki rasa simpati dan perhatian terhadap orang lain. Ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan ini diantaranya adalah sering mengintrospeksi diri, pemalu, pendiam, religius, dan biasanya menjadi tempat curahan hati orang lain.

Apa yang saya tulis di bawah ini adalah berdasarkan pendapat, pengetahuan dan pengamatan saya semata, oleh karena itu sebelumnya saya minta maaf jika ada kesalahan… ^_^

1. Psikologi
Psychology

Keterangan: Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat kejiwaan manusia baik itu normal maupun tidak normal. Ketidaknormalan kejiwaan seseorang lebih dalam dipelajari di ilmu psikiatri, bukan psikologi. Di Indonesia, jurusan psikologi di universitas terbagi atas 2 kelompok yaitu IPA dan IPS. Psikologi IPA lebih menekankan penelitian, survei dan eksperimen pada manusia sementara IPS lebih condong ke konseling dan pendidikan. Sarjana psikologi akan mendapatkan gelar Sarjana Psikologi (S.Psi).

Prospek Kerja: Prospeknya cerah di kota-kota besar akan tetapi di Indonesia seringkali dianggap sebagai profesi yang tidak terlalu dibutuhkan, walaupun di negara-negara maju psikolog sangat diperlukan dalam industri, rumah sakit, maupun lembaga-lembaga. Jika mengambil S-2 profesi psikolog, maka bisa bekerja di dunia perkantoran sebagai Manajer HRD atau Manajer Personalia, konsultan pendidikan, psikolog rumah sakit, atau membuka jasa psikolog.

Modal Utama: Dikatakan bahwa pembelajaran di jurusan psikologi akan lebih efektif jika mahasiswa memiliki kemampuan bahasa inggris dan matematika yang baik. Ini dikarenakan diperlukannya daya analisis terhadap problem solving dan banyaknya penggunaan istilah-istilah bahasa inggris di bidang psikologi. Rasa simpatik, kemampuan komunikasi yang baik,  dan rasa perhatian terhadap masalah juga menjadi nilai plus di jurusan ini.

2. Filsafat
Philosophy

Keterangan: Filsafat berawal dari rasa heran manusia terhadap fenomena yang terjadi di dalam kehidupan. Filsafat mempelajari hakikat dari segala sesuatu dan kehidupan serta pemikiran manusia. Filsafat terbagi diantaranya adalah filsafat barat, filsafat timur, filsafat Islam, dan Teologi. Filsafat secara umum mempelajari pemikiran-pemikiran mengenai Manusia, Alam, Tuhan, dan kehidupan yang terbagi ke dalam cabang diantaranya adalah etika, logika, metafisika, filsafat sains, dsb. Sarjana Filsafat akan mendapatkan gelar S. Fil

Prospek Kerja: Filsafat mempelajari dasar-dasar dari segala sesuatu dan melatih kita bersikap bijak, oleh karena itu seharusnya lulusan filsafat bisa menempati berbagai posisi di berbagai bidang. Akan tetapi di Indonesia kebanyakan lulusan jurusan filsafat biasanya menjadi penulis, jurnalis, atau jika mengambil kekhususan agama menjadi kyai atau pendeta.

Modal Utama: Memiliki pemikiran yang kritis terhadap segala sesuatu. Senang mengintrospeksi diri dan memahami sifat-sifat manusia. Memiliki kemampuan menulis akan menjadi modal yang sangat baik di jurusan ini.  Juga senang merenung dan memperhatikan gejala-gejala atau fenomena-fenomena di sekitar lingkungan.

3. Ilmu Pendidikan
Educational Science

Keterangan: Jurusan Ilmu Pendidikan adalah jurusan yang merancang para mahasiswanya untuk menjadi guru sekolah, guru khusus, atau pejabat-pejabat pendidikan. Ada beragam sekali jurusan ilmu pendidikan yang bisa dipilih tergantung dari tujuan pengajaran, misal jurusan pendidikan matematika akan menjadi guru matematika, jurusan pendidikan sejarah akan menjadi guru sejarah, dsb. Prospek kerja adalah menjadi guru sekolah dari tingkat SD sd. SMA. Sarjana pendidikan akan mendapatkan gelar S. Pd. Disini yang akan saya fokuskan adalah jurusan pendidikan yang tidak umum seperti  Pendidikan Luar biasa, Pendidikan Luar Sekolah, dan Teknologi Pendidikan.

  • Pendidikan Luar Biasa: Mempelajari bagaimana caranya mendidik anak-anak yang memiliki keterbatasan baik fisik maupun mental seperti tunarungu, tunadaksa, tunagrahita, dsb.
  • Pendidikan Luar Sekolah: Mempelajari bagaimana caranya mendidik anak-anak selain di lingkungan sekolah. Mempelajari cara-cara mengelola kegiatan, mengembangkan pengajaran, dan memotivasi anak-anak di luar sekolah.
  • Teknologi Pendidikan: Mempelajari kurikulum dan pengembangan pendidikan serta penerapan teknologi dalam bidang pendidikan. Lulusannya diharapkan bisa menjadi garda depan dalam pengembangan pendidikan khususnya di Indonesia.

Prospek Kerja: Menjadi tenaga pengajar di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah baik negeri maupun swasta, pengajar bimbingan belajar, editor buku, kepala sekolah, atau pejabat dan tenaga pendidikan di Instansi baik Pemerintah maupun Swasta. Intinya, akan terus ada regenerasi oleh karena itu tenaga pendidikan akan selalu dibutuhkan.

Modal Utama: Siap menghadapi tekanan karena profesi guru seringkali dianggap sebelah mata. Memiliki rasa loyalitas yang kuat dan keinginan untuk mengabdi yang tinggi. Suka dengan anak-anak dan kreatif juga menjadi nilai plus di jurusan ini. Satu hal yang perlu diingat, guru adalah pekerjaan yang mulia.

4. Ilmu Keperawatan
Nursery

Keterangan: Tugas seorang perawat tidaklah hanya untuk menjadi suster di rumah sakit. Dalam ilmu keperawatan, seorang ners bertugas untuk membantu seseorang baik itu sakit maupun sehat. Bantuan bisa berupa memberikan bantuan sumbangan, bantuan pelayanan, dsb. Banyak yang mengatakan seorang suster hanyalah sebagai pembantu dokter, tapi seorang suster sebenarnya bisa mengajukan rencana-rencananya sendiri untuk dipertimbangkan oleh dokter. Ilmu keperawatan diantaranya mempelajari keperawatan bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan jiwa, dsb. Sarjana Keperawatan akan mendapatkan gelar S. Kep dan gelar profesi Ners (Ns.).

Prospek Kerja: Cukup luas karena selain bisa berkiprah sebagai ners atau kepala suster, atau manajer rumah sakit di rumah sakit Negeri maupun Swasta, lulusan Ilmu Keperawatan juga bisa menempati posisi-posisi di bidang sosial seperti di Lembaga-lembaga sosial, Panti Asuhan, Panti Jompo, Rumah Sakit Jiwa, Melayani keluarga pribadi, dsb.

Modal Utama: Memiliki rasa simpatik yang tinggi dan rasa ingin membantu dan merasakan penderitaan orang lain yang kuat. Disini juga dituntut untuk memiliki sikap disiplin karena banyaknya aturan yang harus ditaati. Selain itu, kemampuan komunikasi dan kemampuan berpikir dengan baik juga menjadi nilai tambah di jurusan ini.

Sumber

http://rizaputranto.files.wordpress.com/2010/01/little_scientist_400875.jpg

Suatu ketika terjadilah percakapan antara orang tua dan anaknya.

Orangtua: “Arya, kamu nanti kuliah masuk di jurusan hukum ya?”

Anak: “Tapi, Arya kan mau jadi peneliti. Ya Arya harus ngambil jurusan fisika donk ma…”

Orangtua: “Aduuuuh… Ngapain kamu ngambil jurusan fisika? Mau jadi apa kamu? Jadi guru? Mau makan apa kamu? Udah deh sekarang tuh kita ngeliat yang pasti2 aja. Hukum tuh udah jelas pekerjaannya. Nanti kamu juga bisa jadi pengacara di kantor papa dan mama.”

Anak: “Tapi ma… Arya kan tertarik sama teorinya Heisenberg. Arya juga gk suka ngapalin UUD ma… Arya ogah masuk jurusan hukum.”

Orangtua: “Dibilangin kok susah sih! Ini kan demi kebaikan kamu juga.”

Anak: Yaudah deh ma…”

Percakapan diatas adalah percakapan yang seringkali kita saksikan terutama pada anak-anak yang bingung memilih jurusan mereka kelak di bangku kuliah. Banyak anak yang pada akhirnya tidak betah di jurusan yang mereka pilih hanya karena ikut-ikutan teman, desakan orangtua, atau pengetahuan yang salah. Nyatanya di Indonesia banyak sekali kecenderungan orang-orang yang beranggapan bahwa kuliah haruslah memiliki prospek kedepan yang cerah. Padahal tujuan kuliah bukanlah untuk mencari pekerjaan, tetapi untuk berkarya. Kasus Arya diatas merupakan satu dari sekian kasus yang sering terjadi di Indonesia. Banyak anak yang atas karena desakan seperti ini justru malah mengikuti desakan orangtuanya. Akibatnya, bukannya enjoy kuliah justru yang ada malah tekanan batin. Dan sang anak pun menjadi anak yang malas kuliah. Ada baiknya kita hapus anggapan bahwa kuliah yang bagus itu adalah kuliah di jurusan favorit.

 

Jurusan kedokteran atau kedokteran gigi adalah jurusan elit yang memberikan jaminan kaya. Kaya materi tentu saja, karena kalau kita pikir, salary seorang dokter itu perharinya bisa mencapai jutaan rupiah. Ditambah lagi lulusan kedokteran masih sangat dibutuhkan di Indonesia. Jurusan ini menjadi incaran sebagian besar lulusan SMA. Jurusan ekonomi dan bisnis juga demikian. Akuntansi dan ekonomi lulusannya akan diincar dimana-mana. Jurusan ini akan selalu booming karena memang jurusan yang gampang mencari kerja. Ada lagi jurusan teknik, yang pasti akan selalu dipakai di dunia industri. Teknik termasuk jurusan yang diincar banyak orang karena salarynya yang besar. Hukum pun juga demikian. Lulusan hukum hampir bisa bekerja dimana2. Akan tetapi bagaimana dengan jurusan yang tidak favorit seperti MIPA, pertanian, kehutanan, filsafat, budaya? Daripada ngambil jurusan kayak gitu lebih baik berhenti sekolah sekalian. Ngapain? Kerjanya juga gak ada… Inilah anggapan yang beredar di masyarakat. Kerja, kerja, dan kerja… Hanya itulah fungsi kuliah di sini.

Padahal kalau saja orientasi kuliah untuk bekerja ini dihapus, kita bisa katakan segala jurusan memiliki prospek yang bagus. Saya mengatakan prospek, bukan prospek kerja. Sekali lagi saya katakan, kuliah adalah untuk berkarya. Bukan bekerja. Coba saja kita tengok negara-negara maju. Jurusan Ilmu Alam (Natural Sciences)  lulusannya akan dipakai di dunia penelitian sebagai ilmuwan dan hasil riset mereka dapat digunakan untuk perkembangan negara. Jurusan Filsafat juga merupakan jurusan yang bisa dibilang elit diluar negeri karena lulusannya bisa berkontribusi untuk kemajuan peradaban dunia. Jurusan Sastra? Negara lain sangat menjunjung tinggi sastra negara mereka sendiri. Tidak seperti kita yang ogah mempelajari Sastra Indonesia atau Sastra Daerah. Pada intinya sebenarnya jurusan-jurusan yang saya sebutkan diatas memang kurang begitu bisa diterima di dunia komersial atau industri, akan tetapi lebih dari itu, jurusan-jurusan diatas bisa menjadi jurusan yang melahirkan para ilmuwan-ilmuwan besar dan bisa berkontribusi di masyarakat.

Bukankah banyak kita lihat para ilmuwan seperti Albert Einstein, Madame Curie, Antoinne Lavoisier, atau bahkan Yohanes Surya lahir dari fakultas MIPA? Sering sekali anggapan masyarakat keliru soal jurusan ini. MIPA dianggap sebagai jurusan yang mendidik guru atau dosen sehingga lulusannya pun sudah dapat dipastikan bakal menjadi guru atau dosen. Memang sih, jurusan-jurusan seperti matematika dan kimia banyak diserap di dunia perkantoran dan industri, akan tetapi coba lihat jurusan fisika, geografi, atau biologi? Lulusannya susah sekali mencari kerja. Dalam hal ini sebenarnya mereka bisa berkontribusi menjadi peneliti atau mencoba eksperimen baru. Diluar negeri dapat dipastikan lulusan jurusan2 ini akan menjadi ilmuwan. Akan tetapi kembali lagi, di Indonesia sulit untuk bergerak di bidang ini. Hampir tidak ada yayasan yang mau membiayai para peneliti di Indonesia. Walhasil, mereka malah justru dicaplok negara lain. Otak mereka diserap oleh negara lain untuk kepentingan negara itu. Kalau saja kita bisa mencontoh China yang setelah mengirim anak-anaknya ke luar negeri untuk sekolah dan menjadi ilmuwan, mereka memulangkan anak-anak tersebut ke negara asalnya (China) untuk membangun negara. Hasilnya? China telah menjadi negara raksasa sekarang ini berkat para ilmuwan itu. Kenapa Indonesia tidak bisa mencontoh negara China seperti itu?

Yaah, secara keseluruhan, yang ingin saya coba sampaikan adalah kuliah di MIPA bukan berarti kuliah untuk menjadi guru (menjadi guru pun tidak masalah sebenarnya karena guru adalah pekerjaan mulia). Kuliah di MIPA adalah untuk menjadi peneliti agar lulusannya bisa berkontribusi untuk kemajuan masa depan. Guru memiliki jalurnya sendiri di jurusan Ilmu Pendidikan, sementara jalur MIPA adalah menjadi ilmuwan yang bekerja di laboratorium. Oleh karena itu, janganlah takut mengambil jurusan MIPA. JIka memang tujuan kalian adalah menjadi peneliti, maka pilihlah MIPA. Jangan malu kuliah di MIPA hanya karena tidak memberikan prospek “kerja”. Banggalah kuliah di MIPA karena di MIPA-lah para ilmuwan terbesar lahir. Karena MIPA-lah kita bisa merasakan perkembangan dunia yang dirangkai oleh para ilmuwan.

https://xpresi1.files.wordpress.com/2012/01/albert-einstein.jpg?w=203

Request artikel boleh kirim via email atau komentar.

Semoga Bermanfaat :)

Komentar kamu sangat berharga bagi kami

Just share, Berbagi :)

Sumber

Biologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai makhluk hidup dan hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya. Biologi merupakan salah satu dari 3 natural sains yang diajarkan di sekolah-sekolah menengah (fisika, kimia, biologi). Sekarang ini, biologi berkembang sangat pesat dan keberadaannya mutlak diperlukan dalam perkembangan teknologi sejak berbagai penemuan seperti genetika, bioteknologi, mikrobiologi, dan obat-obatan herbal. Ditambah lagi isu-isu mengenai “pemanasan global” mulai menyentuh bidang ekologi dan konservasi alam. Kesimpulannya, bisa saya katakan lulusan-lulusan biologi akan sangat diperlukan di masa yang akan datang.

Apa yang saya bahas disini semata-mata berdasarkan analisis, pengamatan, dan opini saya sendiri. Oleh karena itu, saya minta maaf jika ada kesalahan yang saya buat mengenai pembahasan ini.

1. Biologi


Biology

Keterangan: Biologi berdiri dibawah naungan Fakultas MIPA atau di beberapa universitas berdiri di fakultasnya sendiri (Fakultas Biologi). Biologi di universitas memfokuskan kepada studi mengenai hewan dan tumbuhan sementara studi mengenai manusia lebih diarahkan pada kedokteran dan psikologi. Jurusan ini memiliki 2 peminatan diantaranya adalah peminatan ke hewan (zoologi) dan peminatan ke tumbuhan (botani). Jurusan ini mempelajari diantaranya adalah bioteknologi, botani, zoologi, histologi, evolusi, bahkan paleontologi.Lulusan dari jurusan biologi akan mendapatkan gelar Sarjana Sains (S.Si).

Prospek Kerja: Di luar negeri, jurusan biologi adalah jurusan yang sangat populer dan memberikan prospek yang besar dan lulusannya bisa terjun ke banyak bidang. Di Indonesia sendiri lulusan biologi bisa masuk ke bidang penelitian (LIPI, Inhutani, Perhutani), bidang konservasi dan perlindungan alam, bidang pendidikan (dosen dan guru), juga bidang industri seperti industri makanan fermentasi, industri perkebunan, industri pertanian dan kehutanan.

Modal Utama: Memiliki rasa senang dengan makhluk hidup (hewan dan tumbuhan), juga senang dengan kegiatan outdoor karena banyak meneliti mengenai perkembangan hewan dan perkembangan tumbuhan. Disamping itu, juga banyak kegiatan laboratorium yang membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian yang tinggi karena sebagian besar kegiatan laboratorium menggunakan mikroskop. Banyak istilah-istilah penting yang digunakan sehingga daya ingat yang baik juga penting di jurusan ini.

2. Ilmu Kelautan (Oseanografi)


Oceanography

Keterangan: Oseanografi adalah ilmu yang mempelajari segala aspek mengenai laut dan samudera. Oseanografi bukan merupakan cabang dari ilmu biologi, tapi merupakan cabang dari ilmu bumi (geologi). Dibahas disini karena secara umum oseanografi sebagian besar mempelajari tentang kehidupan biota laut. Dalam Ilmu Kelautan mempelajari diantaranya olahraga renang (biasanya pada awal semester), ekologi laut, olahraga selam, ikhtiologi, studi dinamika pasang surut, studi akustik kelautan, dsb. Jurusan oseanografi termasuk jurusan yang agak diminati karena ada banyak mata kuliah yang menyenangkan seperti renang, menyelam, dsb. Lulusan dari jurusan ini akan mendapatkan gelar Sarjana Perikanan (S.Pi).

Prospek Kerja: Selain menjadi tenaga profesional atau peneliti di LIPI, BRKP, Departemen Kelautan, dsb. juga bisa terjun ke dunia industri perikanan dan kelautan. Di bidang pendidikan, lulusan Ilmu Kelautan bisa menjadi dosen di perguruan tinggi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Selain itu bisa juga berwirausaha sendiri karena di oseanografi ada beberapa mata kuliah seperti manajemen dan ekonomi.

Modal Utama: Karena ada banyak sekali kegiatan di laut, maka harus memiliki ketahanan fisik dan stamina yang kuat. Memiliki rasa senang dengan ilmu biologi, fisika dan geologi serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Senang dengan kegiatan outdoor dan menyenangi tantangan juga merupakan nilai tambah di jurusan ini. Di dalam ilmu kelautan juga akan diajarkan bagaimana membuat alat-alat kelautan seperti pendeteksi tsunami, aquadopp, dsb. oleh karena itu minat dalam bidang fisika dan teknik sama sekali tidak bisa diabaikan disini.

3. Pendidikan Dokter


Medical Science

Keterangan: Disebut-sebut jurusan terfavorit di universitas, kedokteran menunjukkan taringnya sebagai jurusan yang paling sulit untuk dimasuki di universitas. Beberapa universitas papan atas seperti UI, UGM, UNAIR, atau USAKTI memiliki jurusan kedokteran terbaik Indonesia dengan ribuan peminat setiap tahunnya. Jurusan kedokteran tidak akan pernah sepi karena memang jurusan yang membawa prospek amat cerah. Pendidikan dokter mempelajari mengenai masalah kesehatan manusia dan cara-cara penyembuhannya. Mata kuliah di jurusan ini diantaranya biologi kedokteran, anatomi, histologi, fisiologi, farmakologi, gizi kedokteran, dsb. Lulusan dari jurusan ini akan mendapatkan gelar sarjana kedokteran (S. Ked) dan setelah melewati tahap profesi di rumah sakit akan mendapatkan gelar profesi dokter (dr.).

Prospek Kerja: Tidak perlu dipertanyakan lagi, lulusan Pendidikan Dokter biasanya mudah mencari pekerjaan. Lulusan dari jurusan ini memiliki izin untuk praktek dokter umum di rumah sakit (jika mengambil S-2 spesialis maka bisa menjadi dokter spesialis), atau membuka klinik sendiri untuk praktek. Bisa juga menjadi dosen, peneliti, bekerja di Departemen Kesehatan, TNI, atau kepolisian. Beberapa posisi manajerial di industri kesehatan juga menerima lulusan dari jurusan ini.

Modal Utama: Menjadi seorang dokter membutuhkan hampir semua aspek-aspek kecerdasan. Diharuskan untuk memiliki daya analisis yang kuat, tidak mudah menyerah, sabar dan teliti, memiliki kemampuan logika yang tinggi, serta cepat dalam mengambil keputusan. Memiliki rasa senang terhadap ilmu Matematika dan IPA (fisika, kimia, biologi) juga tidak boleh jijik dengan darah. Syarat mutlak lainnya adalah tidak buta warna. Seorang dokter yang baik seharusnya mampu berkomunikasi dengan pasiennya sehingga kemampuan komunikasi dan etika kedokteran pun diperlukan di jurusan ini.

4. Pendidikan Dokter Gigi

Dentistry

Keterangan: Jurusan Pendidikan Dokter Gigi seringkali dianggap sebagai ban serep dari jurusan Pendidikan Dokter. Jika pada kedokteran umum mempelajari mengenai masalah kesehatan manusia secara umum dan cara-cara menanggulanginya, di jurusan ini hanya mempelajari mengenai masalah kesehatan gigi dan mulut serta cara-cara menanggulanginya. Untuk studi ke jenjang selanjutnya, bisa mengambil spesialis yang berkaitan dengan mulut dan gigi. Di jurusan ini mempelajari diantaranya biologi kedokteran, prostodonsia, periodonsia, ortodonsia, ilmu bedah mulut, radiologi umum, dsb. Lulusan dari jurusan ini akan mendapatkan gelar sarjana kedokteran gigi (S.K.G) dan setelah menyelesaikan kuliah profesi akan mendapatkan gelar profesi dokter gigi (drg.).

Prospek Kerja: Hampir sama dengan kedokteran, jurusan ini bisa bekerja di rumah sakit untuk praktek dokter gigi atau membuka klinik dokter gigi sendiri. Disamping itu, juga bisa menjadi peneliti di instansi baik pemerintah, swasta, ataupun luar negeri. Bisa juga bekerja di pemerintahan terutama di Departemen Kesehatan, TNI, dan Kepolisian. Selain itu bisa juga mengambil jalur pendidikan dengan menjadi dosen di perguruan tinggi.

Modal Utama: Tidak buta warna merupakan syarat mutlak di jurusan ini. Menyenangi ilmu Matematika dan IPA (fisika, kimia, biologi) akan mempermudah pembelajaran di jurusan ini. Selain itu juga harus memiliki daya analisis yang kuat, logika yang tinggi, cepat mengambil keputusan, dan tidak mudah menyerah. Kemampuan komunikasi juga penting di jurusan ini. Kerapihan dan kebersihan diri diperlukan di jurusan ini disamping kemauan untuk memegang teguh etika kedokteran.

5. Pendidikan Dokter Hewan


Veterinary Science

Keterangan: Selain Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Gigi, masih ada satu lagi jurusan kedokteran yaitu Pendidikan Dokter Hewan yang biasanya bernaung dibawah fakultasnya sendiri. Dari namanya dapat kita ketahui bahwa jurusan ini mempelajari mengenai masalah-masalah kesehatan pada hewan dan cara menanggulanginya. Belakangan ini terkait dengan bioteknologi pangan dan virologi, jurusan ini menjadi lebih dibutuhkan terutama mengenai isu-isu seputar flu burung, flu babi, dan global warming. Teknologi makanan dan peternakan pun juga seringkali membutuhkan jasa-jasa dari dokter hewan. Kedokteran hewan mempelajari diantaranya anatomi veteriner, sains veteriner, genetika hewan, zoonosis, bedah veteriner, dsb. Lulusan dari jurusan ini akan mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Hewan (S.K.H.) dan profesi veteriner (drh.).

Prospek Kerja: Lulusan dari jurusan ini bisa bekerja sebagai veteriner di rumah sakit hewan atau membuka klinik dokter hewan sendiri. Bisa juga masuk ke dunia industri baik BUMN maupun swasta terutama industri peternakan, pakan hewan, pertanian, kelautan. Selain itu bisa juga menjadi peneliti atau bekerja di pemerintahan (Departemen Kesehatan, Departemen Kelautan, Departemen Kehutanan, juga Departemen Pertanian).

Modal Utama: Syarat mutlak adalah tidak buta warna dan tidak takut dengan hewan. Memiliki minat terhadap pelajaran matematika dan biologi khususnya di bidang zoologi juga senang dengan hewan. Seorang veteriner haruslah memiliki kemampuan penalaran yang tinggi, cepat mengambil keputusan, teliti, cekatan, dan tidak mudah menyerah. Karena banyak kegiatan laboratorium dan klinik, maka diharuskan untuk memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

6. Konservasi Sumber Daya Hutan


Wildlife Conservation

Keterangan: Jurusan konservasi sumber daya hutan adalah jurusan yang mendidik mahasiswa untuk turut andil dalam perlindungan keanekaragaman sumber daya hayati di hutan. Mengenai isu yang dewasa ini sangat diperhatikan, yaitu isu mengenai Pemanasan Global, secara tidak langsung isu ini menyentuh aspek ekologi dan konservasi. Kedepannya diprediksi akan ada lebih dari 50% flora dan fauna yang terancam punah. Jurusan ini bisa menghasilkan lulusan yang akan menjadi garda depan dalam perlindungan flora dan fauna yang terancam punah. Di jurusan ini juga juga mempelajari daerah aliran sungai dan ekowisata. Lulusan dari jurusan konservasi sumber daya hutan akan mendapatkan gelar Sarjana Kehutanan (S.Hut).

Prospek Kerja: Seperti dikatakan di atas, isu pemanasan global secara tidak langsung akan memberikan prospek untuk jurusan ini. Bisa masuk ke LSM seperti WWF, Wildlife Conservation Society, International Conservation, dsb. Lembaga-lembaga penelitian satwa, suaka margasatwa, dan perusahaan yang bergerak di bidang lingkungan juga bisa menerima lulusan jurusan ini. Disamping itu bisa juga bekerja di instansi Pemerintah (Departemen Kehutanan, Kementrian Lingkungan Hidup).

Modal Utama: Masuk di jurusan-jurusan kehutanan berarti siap untuk menjadi pecinta alam. Di jurusan ini diharuskan memiliki ketahanan fisik yang kuat, dan menyenangi tantangan. Memiliki minat terhadap pelajaran biologi khususnya mengenai ekologi, keanekaragaman hayati, klasifikasi makhluk hidup, zoologi, dan botani juga penting disini. Akan lebih bagus lagi jika tidak takut dengan hewan dan suka dengan hal-hal yang baru dan tidak biasa.

7. Bioteknologi


Biotechnology

Keterangan: Bioteknologi merupakan cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari pemanfaatan makhluk hidup ataupun hasil dari makhluk hidup untuk dihasilkan barang (makanan, vaksin) atau jasa (rekayasa gen, kultur jaringan). Bioteknologi saat ini dianggap sebagai cabang ilmu yang terpenting selain Teknologi Nuklir karena rekayasa genetika itu sendiri terbukti banyak memberikan manfaat pada kehidupan. Bioteknologi terkadang dianggap sebagai ilmu yang tak bermoral dan beretika oleh masyarakat (terutama masyarakat timur) karena penemuan-penemuan seperti kloning, bayi tabung, dsb. Hanya sedikit universitas yang membuka jurusan ini di Strata-1, karena kebanyakan universitas membuka prodi bioteknologi di Strata-2.

Prospek Kerja: Bioteknologi bisa dikatakan sebagai jurusan biologi terapan karena langsung menyentuh aspek pekerjaan. Lulusan bioteknologi bisa menempati pekerjaan-pekerjaan yang biasa ditempati oleh sarjana teknologi pangan, farmasi, kimia, biologi, pertanian, peternakan, dan perkebunan. Saat ini karena prodi ini masih belum terlalu populer di Indonesia, maka kebanyakan lulusannya berkiprah sebagai peneliti di baik di dalam maupun luar negeri.

Modal Utama: Rasa ingin tahu yang tinggi di bidang biokimia, mikrobiologi, dan genetika serta tidak buta warna. Karena banyaknya kegiatan laboratorium, modal utama tentulah harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, juga kesabaran yang tinggi dan daya analisis yang kuat. Minat di bidang riset dan teknologi merupakan nilai plus di jurusan ini. Kemampuan hafalan yang baik juga diperlukan di jurusan ini.

Request artikel boleh kirim via emai atau komentar.

Semoga Bermanfaat :)

Komentar kamu sangat berharga bagi kami

Just share, Berbagi :)

Sumber

%d blogger menyukai ini: